Mengenal OSI Layer: 7 Lapisan Model Jaringan Komputer dan Fungsinya
Perkenalan OSI Model
Pernah nggak kamu berpikir, gimana sih WhatsApp, email, atau Instagram bisa terhubung lewat internet tanpa kita pun sibuk mikir prosesnya? Nah, di situlah Model OSI berperan—sebuah panduan tujuh lapis yang membantu kita memahami dan memperbaiki koneksi jaringan.
1. Lapisan Fisik (Physical)
Ini soal "jalan" dan "kendaraan" datamu. Di sini, data diubah jadi sinyal listrik atau gelombang radio yang melintas lewat kabel atau udara.
-
Contoh: Kabel Ethernet, antena Wi-Fi, repeater.
2. Lapisan Data Link (Data Link)
Bayangkan gudang kecil yang memeriksa paket sebelum dikirim. Lapisan ini memastikan potongan data (frame) sampai antar perangkat tanpa error.
-
Contoh: Switch, bridge, alamat MAC.
3. Lapisan Jaringan (Network)
Di sinilah data ditentukan jalurnya ke tujuan. IP address dan router bekerja sama untuk memilih rute terbaik.
-
Contoh: Router, IP address, protokol OSPF/BGP.
4. Lapisan Transport (Transport)
Layaknya layanan kurir premium, lapisan ini menjamin data sampai lengkap, terurut, dan jika ada yang hilang, akan dikirim ulang.
-
Contoh: TCP (handshake & cek ulang), UDP (ringan & cepat).
5. Lapisan Sesi (Session)
Bayangkan meja resepsionis yang buka dan tutup sesi komunikasi. Lapisan ini membuat koneksi antar aplikasi tetap terjaga.
-
Contoh: Sesi SSH, koneksi VPN.
6. Lapisan Presentasi (Presentation)
Mirip penerjemah, lapisan ini mengubah data agar aplikasi bisa membacanya—mulai dari enkripsi, dekripsi, hingga kompresi.
-
Contoh: SSL/TLS, format gambar (JPEG), video (MP4).
7. Lapisan Aplikasi (Application)
Di sinilah kita berinteraksi langsung: browsing website, kirim email, atau streaming musik. Semua pakai protokol di lapisan ini.
-
Contoh: HTTP, FTP, SMTP, DNS.
Cara Cepat Menghafal
Ingat kalimat: "Please Do Not Throw Away Pizza, Sally"
-
Physical
-
Data Link
-
Network
-
Transport
-
Application
-
Presentation
-
Session
Mengapa OSI Model Penting?
-
Memudahkan Troubleshooting: Tahu lapisan mana yang bermasalah—from kabel hingga aplikasi.
-
Standarisasi: Perangkat dan software berbeda tetap bisa saling terhubung.
-
Perencanaan Jaringan: Desain infrastruktur jadi lebih terstruktur.
Semoga penjelasan ini bikin OSI Model terasa lebih sederhana dan mudah diingat. Selamat mencoba! 🎉

Komentar
Posting Komentar